Sayang Bayi & Ibu Menyusui

Menyusui Penuh untuk Menunda Kehamilan

Pinterest LinkedIn Tumblr

Bismillah

Menyusui penuh pada enam bulan pertama mampu menghambat kesuburan seorang wanita, sehingga dapat digunakan sebagai metode KB alami atau dikenal dengan sebutan MAL.

MAL merupakan sebuah metode sementara dalam perencanaan keluarga (KB) yang bersifat alamiah dengan memanfaatkan dampak dari menyusui yaitu ketidaksuburan (infertilitas). “Laktasi” artinya berkaitan dengan menyusui dan “Amenore” berarti tidak mengalami datang bulan / menstruasi.

MAL insyaallah hanya akan bekerja efektik jika Bunda menyusui bayi langsung dari payudara Bunda.

MAL memiliki keberhasilan tinggi untuk mencegah terjadinya kehamilan. Hal tersebut hanya berlaku apabila kondisi ibu dan bayi memenuhi 3 syarat berikut:

  1. Bayi kurang dari 6 bulan
  2. Bunda belum mengalami Haid
    Baik berupa darah haid atau hanya flek/bercak kecokelatan.
  3. Menyusui bayi secara penuh atau hampir penuh yang dilakukan dengan sering baik siang hari atau pun malam hari.
    Menyusui eksklusif secara langsung setidaknya 4 jam sekali saat siang dan malam hari.

Menyusui secara penuh yakni menyusui bayi secara eklusif (bayi tidak diberikan makanan / cairan tambahan selain ASI, tidak diberikan air putih, tidak juga diberikan susu tambahan).

Menyusui hampir penuh ialah bayi mendapatkan makanan / cairan tambahan namun mayoritas makanannya adalah ASI yang diberikan secara langsung (lebih dari 4 kali sesi pemberian makan adalah Menyusui).

Sebaiknya Bunda menyusui bayi hanya dengan ASI saja, secara langsung, durasi dan frekuensinya semau bayi (2-3 jam sekali baik siang ataupun malam) untuk mendapatkan kesuksesan KB dengan menyusui.

Bagaimana Menyusui dapat mencegah terjadinya kehamilan?

MAL mencegah telur dilepas ke dalam rahim (ovulasi) saat Ibu menyusui bayi setiap kali bayi menginginkannya, pada siang hari ataupun malam hari, dan tidak memberikan bayi makanan/cairan tambahan selain ASI.

Ketika Bunda menyusui, secara alamiah bayi memberikan tekanan di puting. Tekanan pada puting ini mengirimkan pesan kepada tubuh untuk memproduksi hormon yang dapat mencegah terjadinya ovulasi.

Berdadarkan hal tersebut, menjadi penting untuk menyusui bayi secara langsung. Sebab, mengeluarkan ASI menggunakan pompa tidak dapat menggantikan fungsi menyusui secara langsung ini dan tidak bisa mencegah untuk terjadinya ovulasi.

Seberapa efektif MAL ini untuk mencegah kehamilan pada enam bulan pertama?

Keefektifan atau keberhasilan tergantung pada Ibu menyusui : risiko mendapatkan kehamilan menjadi sangat tinggi ketika Ibu tidak dapat menyusui bayi secara penuh.

Pada mayoritas pengguna MAL, terdapat risiko 2 kehamilan dari 100 pengguna pada 6 bulan pertama kelahiran. Hal ini berarti, 98 dari 100 orang yang menggunakan MAL BERHASIL mencegah kehamilan pada enam bulan pertama.

Apabila MAL digunakan dengan benar, kurang dari 1 kehamilan dari 100 orang yang terjadi pada 6 bulan pertama setelah persalinan.

Kembalinya kesuburan ibu menyusui setelah 6 bulan, sangat erat kaitannya dengan perubahan durasi dan frekuensi menyusui. Semakin cepat durasinya dan semakin jarang frekuensi menyusuinya, maka semakin cepat pula kesuburan itu kembali.

Bunda sebaiknya mempertimbangkan menggunakan alat kontrasepsi lainnya apabila menemui salah satu hal di bawah ini:

  1. Mulai mendapatkan menstruasi
  2. Durasi atau frekuensi menyusui berkurang
  3. Mengenalkan bayi menyusui dengan botol (dot)
  4. Bayi menginjak usia 6 bulan

MAL insyaallah memiliki keberhasilan tinggi untuk mengatur jarak kehamilan, namun metode lainnya perlu digunakan apabila ketiga kriteria utama sudah tidak dipenuhi.

Pilihan alat kontrasepsi lain untuk mengatur jarak kehamilan antara lain

  • Pil KB khusus untuk ibu menyusui
  • Suntik 3 bulan (jangan yg 1 bulan, bisa menghentikan ASI)
  • KB IUD hormonal / non hormonal
  • Implan
  • Kondom

 

Sumber bacaan :

  1. Perinasia, Buku Panduan Peserta Pelatihan Konselor Menyusui, 2007
  2. World Health Organization Department of Reproductive Health and Research (WHO/RHR) and Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health/Center
    for Communication Programs (CCP), Knowledge for Health Project. Family Planning: A Global Handbook for Providers (2018 update). Baltimore and Geneva: CCP and WHO, 2018.
  3. U.S. Department of Health & Human Services 200 Independence Avenue, S.W. Lactational Amenorrhea Method (LAM), 2017.

Founder Healthcare Pedia Indonesia. Penulis Jurnal Kehamilan Muslim. Konselor Menyusui, praktek di Bogor (Kunjungan Rumah). Fokus diri untuk berkontribusi dalam edukasi terkait kehamilan, perawatan bayi, dan ibu menyusui.

Write A Comment

Butuh bantuan? Chat dengan kami