Hamil dan melahirkan merupakan kodrat bagi kaum wanita. Tugas ini sangat mulia. Karena berat, diperlukan keikhlasan dan pengorbanan yang sangat tinggi, seperti tertulis dalam Firman Allah Ta’ala :

حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا…

“…ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula)…” (QS. Al-Ahqaf ; 15)

Ketika masa-masa genting persalinan telah terlewati, hal pertama yang akan bunda pikirkan adalah, “Apakah bayiku lahir dengan sehat dan selamat?” Tenang bunda, petugas kesehatan yang membantu persalinan akan memastikan bahwa bayi lahir dengan selamat. Segera setelah bayi lahir, mulut dan hidung bayi penuh dengan air (cairan amnion). Petugas kesehatan akan menyedot cairan tersebut untuk memudahkan bayi bernafas. Setelah itu mereka akan memotong tali pusar bayi.

Kemudian tenaga kesehatan akan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Apa itu IMD?

IMD adalah memberikan ASI segera setelah bayi dilahirkan, biasanya dibutuhkan waktu 30 menit – 1 jam pasca bayi dilahirkan.

Bayi akan diletakkan diperut bunda, Ikatan Doker Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa IMD merupakan langkah yang baik untuk memudahkan bayi dan bunda dalam memulai proses menyusui.

Proses IMD dimulai segera setelah bayi lahir dan telah diputuskan bayi tidak memerlukan resusitasi.

Tahapan dalam IMD :

  1. Bayi akan diletakkan di atas perut bunda (Jika bunda melahirkan secara saecar bayi akan diletakkan di dada).
  2. Bayi akan dikeringkan mulai dari muka, kepala, dan bagian tubuh lainnya kecuali kedua tangannya. Kedua telapak tangan bayi dan juga dada bunda tidak boleh dikeringkan karena pada telapak tangan bayi dan juga dada mama mempunyai bau yang sama (bau amnion) yang akan membantu bayi mencari puting.
  3. Umumnya pada 30-45 menit pertama, bayi hanya akan diam di dada bunda, yaitu untuk menenangkan dirinya setelah proses kelahiran. Tahapan ini juga memberikan ketenangan bagi sang bunda.
  4. Selanjutnya bayi akan bergerak mendekati puting bunda. Dalam prosesnya bayi akan memijat perut dan payudara bunda.
  5. Pada akhirnya bayi akan mencapai areola dan puting bunda untuk kemudian memulai proses menyusu.

Hal yang penting dalam proses IMD:

  • Terjadinya kontak kulit (skin-to-skin contact) antara bayi dan bunda, dapat meningkatkan bonding antara bunda dan bayi
  • Bayi mendapatkan bakteri-bakteri baik dari dada bunda yang bermanfaat bagi pencernaannya yang masih rentan
  • Manfaat besar dari kontak kulit ini adalah meningkatkan rasa percaya diri bunda sehingga melancarkan ASI

Oleh sebab itu, IMD harus dilakukan lebih dari 60 menit agar bunda dan bayi bisa mendapatkan kesempatan kontak kulit yang optimal dan melakukan proses menyusu sesegera mungkin pada saat refleks menghisap bayi muncul.

Setelah usai tindakan inisiasi menyusu dini dilakukan, baru tindakan asuhan keperawatan seperti menimbang, pemeriksaan antropometri lainnya (seperti pengukuran lingkar kepala dan panjang badang), penyuntikkan vitamin K1 untuk mencegah perdarahan pada bayi, dan pengolesan salep pada mata bayi untuk mencegah terjadinya infeksi mata pada bayi yang baru lahir.

 

daftar pustaka :

Sears, William. (2013). The Baby Book; Everything You Need To Know About Your Baby. New York : Little, Brown & Company.

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/inisiasi-menyusu-dini

Author

proud to be house wife, love simple things, and a learner

Write A Comment

Butuh bantuan? Chat dengan kami