Kehamilan & persalinan

Senin Ngangenin : Dasar-dasar menyusui

PinterestLinkedInTumblr

Alhamdulillah, Senin Ngangenin perdana di Support Group HaPpy Kehamilan berkah bisa dimulai. Alhamdulillah alhamdulillah

Perkenalan dulu yaaa, perkenalkan nama saya Amanda Kurniasih. Background saya Perawat. Pada tahun 2018 lalu alhamdulillah wa MasyaAllah launchinglah Buku pertama saya, Jurnal Kehamilan Muslim. Setelah launching, kami berpikir, berarti yg dapat manfaatnya sebatas yang beli buku, sebab itu kami (saya & mba Nisa-desainer Jurnal Kehamilan Muslim) membuat Group sharing JKM.

Wah sepertinya memang banyak yg membutuhkan dukungan & edukasi kesehatan serta yang berdasarkan syariat islam, akhirnya saya mengajak Kakak kelas se-fakultas di UGM sekaligus Guru saya untuk mendirikan Healthcare Pedia Indonesia, beliau adalah mba Lisa Indraswari ⁩ seorang Ahli Gizi, MasyaAllah Tabarokallah 😍😍

🏡 Meski asal yogya & pernah kuliah juga di Bandung (UNPAD), sekarang saya tinggal di Kota Bogor. Aktivitas utama saya sebagai Ibu Rumah tangga (Sebagai istri & Ibu). Selain itu juga Buka Praktek Konseling menyusui di Kota Bogor saja (lebih suka kalau klien datang ke rumah) dengan perjanjian yaa, karena cuma dapat jatah hari & jam sedikit saja dari suami. Belum setiap hari. Aktivitas aktualisasi diri lainnya adalah ngurusin bayi bersama kami, yaitu Healthcare Pedia Indonesia dan Farisamanda Group 💕💕

📸 Instagram.com/amandakurniasih

Hari ini, saya mau sharing tentang dasar-dasar menyusui. Apa saja Kunci keberhasilan menyusui & apa yang perlu dipersiapkan saat kehamilan 😊😊Sembilan bulan kehamilan, merupakan waktu yang cukup lama bila terbuang sia-sia tapi cukup sedikit untuk melakukan banyak hal produktif. Namun, insyaallah waktu yang cukup untuk mempersiapkan penyambutan bayi. Asalkan terus dan rutin belajar.

Sertakan sumber bila share ya

Memberikan Air Susu Ibu mungkin bukanlah hal mudah untuk beberapa ibu, namun sudah pasti makanan paling baik untuk bayi. Bahkan, kebaikan ASI ini diangkat langsung oleh Allah di AlQuran. Yang menjadi lebih yakin lagi, barang pasti ASI tidak akan ada yang bisa menandingi. Lalu, bagaimana agar berhasil menyusui?.

Kunci keberhasilan Menyusui adalah Rasa Percaya Diri Ibu bahwa ia mampu menyusui, bahwa ASInya cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi, bahwa dirinya bisa menghadapi kendala-kendala menyusui dengan baik

Bagaimana agar bisa percaya diri?

Dengan memiliki ILMU dan IMAN

Mengapa menyusui dengan ilmu & iman?

https://www.instagram.com/p/Bz2ntFyBSRU/?igshid=gva9w34gne82

Bila kita menyusui dengan ilmu & Iman, kita akan tahu bahwa menyusui bukan sekedar memenuhi kebutuhan nutrisi jasmani, tetapi juga hati, jiwa, & akal. Bahkan lebih dari itu air susu dapat menurunkan watak

Menyusui itu tidak sebentar, butuh waktu yang lama. Menyusui pun pasti lelah, tapi kita tidak boleh menyerah

Jika nanti proses menyusuimu sakit, segera minta bantuan konselor menyusui jangan dinikmati rasa sakitnya. Saat proses menyusui berlangsung, baik Ibu & bayi harus sama-sama nyaman. Tidak boleh memikirkan yang penting anak nyaman, Ibu ga nyaman gapapa. Pengorbanan lah.

Enggak!

Justru ketika tidak memikirkan kenyamanan Ibunya, itulah awal mula ketidaknyamanan anaknya. Begitu terus melingkar-lingkar. mari kita putus rantai ketidaknyamanan dengan menyamankan Ibu dalam setiap prosesnya. Diri kita berhak mendapatkan kenyamanan, saat memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita. Sebab, ibu yang bahagia akan memenuhi kebutuhan nutrisi & kebahagiaan anak-anaknya juga

Adakah hubungannya dengan menyusui?

Sangat erat hubungannya. Bahkan ASI hanya akan keluar lancar & mencukupi kebutuhan bayi ketika Ibu cukup bahagia. Kok bisa? Mari kita simak

Hormon Prolaktin

Pro = Produksi ASI

Otomatis produksi aktif saat bayi keluar dari perut ibu. Sebelum itu? Sudah mulai bekerja sedikit sedikit, namun tidak harus keluar cairan saat hamil, karena tertekan hormon kehamilan. Keluar cairan pendahulu ASI saat kehamilan bukan kunci kesuksesan menyusui, jadi tak mengapa bila belum keluar. Bila sudah keluar bersyukur namun tetap belajar, biar tetap lancaaar nantinya

Menjadi penting untuk:

  1. Tetap menyusui dimalam hari
  2. Tidak membedong bayi ketika menyusui
  3. Tidak memberikan sarung tangan ke bayi
  4. Menyusui langsung (pada ibu bekerja, saat bersama bayi lupakan pompa dan susui langsung)

Hormon Oksitosin atau hormon Cinta

Sebanyak apapun ASInya, kalau ga bahagia ASI ga bakalan keluar atau seret keluarnya. Terjadilah lingkaran duka tak berkesudahan

  • Baru melahirkan
  • ASI keluar setetes merasa sedikit

Ibu tertekan, ga PD. Hormon oksitosin ngambek

  • Payudara bengkak tapi ASI GA Keluar
  • Dikomentarin ASInya kurang karena bayi nangis terus

Ibu tambah tertekan, udah lelah, mumet, capek, pengen nangis, ga PD. Hormon oksitosin ngambek

  • Didesak pake sufor karena kasian bayi katanya
  • Bayi ga disusukan malah disusui sufor apalagi pake dot

payudara ga dihisap bayi, semakin ga ada ASInya.Oksitosin ngambek. Prolaktin bingung ini masih butuh ga sih produksi ASI

  • ASI Semakin seret
  • Ibu tertekan semakin tertekan
  • Oksitosin ngambek
  • Prolaktin putus ASA

Dan begituuu teruuuuus, Naudzubillah…

Yuuuuk belajar, perkuat dukungan terutama dari suami & keluarga

PR SHARING ILMU DASAR-DASAR MENYUSUI KE SUAMI

Pembahasan ketika ASI dianggap ga keluar di awal-awal melahirkan

https://www.instagram.com/p/B1czmTbhPaS/?igshid=6yo023jihkja

Ada zat inhibitor (penghambat) di payudara yang keluar saat payudara kosong, maka kita kudu memastikan zat inhibitor keluar agar produksi ASI terus berlanjut sampai waktu yang kita butuhkan.

Kalau engga keluar, lama² numpuk dan “demo” ke otak buat berhenti produksi ASI, mubadzir wong ga dipakai (kan disisa-sisakan terus)

Buang jauh-jauh kalimat susu formula di otak kita. Ganti dengan ASI ASI ASI, jika ada kendala Tenang & sabar, berdoa kepada Allah, kemudian minta bantuan KONSELOR MENYUSUI.

Perlakukan pemberian susu formula seperti obat, HANYA BOLEH DIBERIKAN DENGAN RESEP dari DOKTER spesialis anak dengan sertifikasi konselor menyusui. Penggunaan susu formula perlu dosis (seberapa banyak sehari pemberiannya, berapa kali, berapa takarannya), sampai kapan susu formula digunakan, cara melepas susu formula ketika sudah selesai (pelan-pelan diturunkan sampai berhenti dan kembali ke ASI penuh), dan bagaimana cara pemberian susu formula, tidak boleh menggunakan dot agar lebih mudah untuk kembali menyusui.

Segini dulu nih, semoga membuat yakin bahwa menyusui merupakan fitrah yang harus dipelajari dengan benar. Ilmu menyusui merupakan ilmu WAJIB yang harus dipelajari oleh setiap Ibu & ayah yang akan menyusui bayinya, termasuk keluarga atau orang yang terlibat pengasuhan.

Bila ga belajar sudah barang tentu dosa, wong setiap keadaan dan amanah itu ada ilmunya kok.

Untuk penutup, silakan jawab pertanyaan berikut dan tulis jawabannya diselembar kertas cantik kemudian tempel di dinding kamar atau tempat yang mudah dilihat serta dibaca ulang. Pastikan jawaban dimusyawarahkan bersama suami yaaa. Menyusui itu bagian dari proses pengasuhan yang dilakukan bersama-sama, tidak hanya tugas ibu saja.

PERTANYAAN

  1. Apa motivasi menyusuimu?
  2. Apa yang akan kamu lakukan bila qodarullah wa masyaafa’ala menghadapi kendala dalam menyusui?
  3. Ikhtiar apa yang sudah (atau akan) kamu lakulan saat kehamilan ini agar lancar menyusui?

Untuk tanya jawab insyaallah akan diupload bertahap di menu Bunda Bertanya HaPpy Menjawab ya.

Selamat Belajar, belajar, dan berbagi ❤️

 

🙏🙏🙏

Founder Healthcare Pedia Indonesia. Penulis Jurnal Kehamilan Muslim. Konselor Menyusui, praktek di Bogor (Kunjungan Rumah). Fokus diri untuk berkontribusi dalam edukasi terkait kehamilan, perawatan bayi, dan ibu menyusui.

Write A Comment

Butuh bantuan? Chat dengan kami