Uncategorized

Tanya 5 O

Pinterest LinkedIn Tumblr

 

Obat merupakan produk farmasi yang sering kita jumpai sehari-hari, baik untuk diri sendiri ataupun keluarga terdekat kita. Pemahaman obat di masyarakat awam masih rendah. Seringkali kita hanya menerima info obat tersebut secara singkat. Kemudian, kita menggunakannya dengan pasrah. Atau obat yang kita dapat hanya dari rekomendasi tetangga yang keluhannya sama, iklan tv atau pencarian mesin internet.

Yuk, lebih aware dengan penggunaan obat! Saat mendapatkan obat, minimal ada 5 pertanyaan yang harus disampaikan pada pemberi obat. Tanya Lima O” merupakan 5 (lima) pertanyaan minimal yang harus terjawab sebelum seseorang mengonsumsi obat, yaitu:

1. Obat ini apa nama dan kandungannya?
Kita sebagai pasien hendaknya mengetahui dan mengenali jenis obat apa yang akan dikonsumsi, termasuk obat generik atau bukan, termasuk golongan obat keras atau obat bebas, dan apa kandungan obat tersebut. Jika obat menggunakan nama dagang, kita paham bahwa beberapa nama dagang yang berbeda dapat memiliki kandungan yang sama. Sehingga khasiat obat ditentukan oleh zat berkhasiat yang dikandungnya sama, bukan oleh merek dagangnya. Hal ini juga dapat meluruskan mispersepsi tentang obat generik.
Contoh :
Nama Obat : Panadol
Kandungan Obat : Paracetamol

2. Obat ini apa khasiat/indikasinya?

Tujuan suatu pengobatan dengan menggunakan obat tertentu dapat tercapai jika obat diberikan sesuai indikasi (rasional). Pasien diharapkan dapat memahami indikasi atau khasiat dari obat yang dikonsumsi.
Contoh : Paracetamol berkhasiat sebagai antipiretik (penurun panas) dan analgesik (mengurangi rasa sakit)

3. Obat ini berapa dosisnya?

Efek yang dihasilkan oleh suatu obat di dalam tubuh, juga tergantung pada dosis yang digunakan. Obat yang diberikan dengan dosis berlebih dapat melampaui ambang batas keamanan, sedangkan dosis kurang dapat menyebabkan efek terapi tidak tercapai, sehingga diharapkan pasien mengonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan.

Contoh : dosis paracetamol 3-4x sehari 1 tablet

4. Obat ini bagaimana cara menggunakannya?

Ada berbagai bentuk sediaan obat yang digunakan sesuai tujuannya. Masing-masing bentuk sediaan diproduksi menggunakan bahan tambahan tertentu yang memudahkan obat yang dikandung untuk diserap oleh tubuh. Obat dalam digunakan melalui mulut (oral), hendaknya tidak digunakan melalui bagian lain misalnya pada kulit. Sebaliknya, obat luar yang digunakan tidak melalui mulut, harus digunakan sesuai cara penggunaannya. Misalnya obat suppositoria digunakan melalui anus, tidak boleh ditelan.

Obat juga hendaknya digunakan pada durasi waktu yang sama dalam satu hari. Misalnya obat harus digunakan 3 kali sehari, seharusnya digunakan setiap 8 jam (24 jam dibagi 3). Hal ini untuk memastikan obat tersedia dalam darah dengan kadar yang merata dalam satu hari. Dengan demikian efek pengobatan diharapkan dapat tercapai sesuai tujuan.

5. Obat ini apa efek sampingnya?

Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping tertentu yang seringkali tidak diharapkan. Ada efek samping yang dapat ditolerir, seperti mengantuk, sehingga harus menghindari berkendara jika sedang mengonsumsi obat tersebut, atau mengiritasi lambung, sehingga harus digunakan setelah makan saat lambung berisi makanan. Namun ada juga efek samping yang lebih mengganggu bahkan berbahaya, misalnya alergi dan gangguan fungsi hati atau ginjal. Pasien hendaknya waspada terhadap efek samping obat, jika dirasakan ada efek samping, penggunaan obat dihentikan dan segera konsultasi dan melapor pada fasilitas kesehatan terdekat.

Selain lima pertanyaan pada Tanya Lima O ini, pasien diharapkan dapat bertanya hal lain yang diperlukan terkait dengan obat yang akan dan sedang dikonsumsi. Pada obat bebas yang dapat diperoleh tanpa resep dokter, semua informasi tersebut tercantum dengan jelas pada kemasan obat. Sedangkan pada obat keras yang diperoleh dengan resep dokter, pasien dapat bertanya pada dokter yang meresepkan atau pada apoteker pada saat menebus resep. Pastikan juga pembelian obat baik obat bebas maupun obat keras didapatkan di Apotek, baik online dan offline.

Jangan sungkan tanyakan info obat pada Apoteker kesayanganmu ya!

Sumber : Buku Pedoman GeMa CerMat-Kemenkes 2017

 

 

 

 

Apotekerpreuner|Apoteker di Apotek Zakia Farma Yogyakarta|Fasilitator Healhcarepedia

Write A Comment

Butuh bantuan? Chat dengan kami